Pada dasarnya seni lukis merupakan cabang ilmu seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi dengan media kanvas atau permukaan datar lain. Media untuk seni lukis biasa diisi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna hasil dari permainan cat atau pewarna. Jadi dapat disimpulkan bahwa seni lukis adalah sebuah cara manusia mengekpresikan diri mereka melalui sebuah karya dua dimensi. Selain untuk mengekspresikan diri, seni lukis juga dapat membuat representasi terkait alam seperti potret pemandangan, manusia, hewan, benda.
Pengertian seni lukis ada bermacam-macam, jika tadi merupakan pengertian seni lukis secara umum, pengertian seni lukis menurut Soedarso Sp, melukis merupakan kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi dengan tujuan mendapatkan kesan tertentu. Soedarso juga menambahkan bahwa karya seni erat kaitannya dengan pelibatan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.
Selain Soedarso Sp, terdapat pendapat lain menurut W. Setya R. Menurutnya seni lukis adalah suatu aktivitas berekspresi dari pengalaman estetika manusia yang dituangkan dalam bidang dua dimensi dengan medium rupa seperti garis, warna, bidang, tekstur, cahaya, dan ruang.
Video penjelasan tentang seni lukis
B. Komponen Seni Lukis
1. Komposisi
Komposisi adalah salah satu cara untuk merangkai unsur-unsur yang akan memberikan bentuk pada suatu karya seni lukis, seperti warna, bidang, garis, ruang dan juga gelap terang.
2. Balance
Balance atau keseimbangan merupakan salah satu cara untuk mengatur supaya serasi saat dilihat oleh kedua mata dan terlihat sangat jelas.
3. Proporsi
Proporsi merupakan karakteristik dari bentuk antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. Sebuah lukisan tanpa proporsi akan membuat lukisan tersebut kurang seimbang.
4. Irama
Irama merupakan kesan gerak yang khas dari seorang seniman yang bisa didapatkan dari garis, warna, gerakan, bentuk, dan tekstur yang dibuat secara berulang.
5. Unity
Unity atau kesatuan adalah hasil dari adanya perpaduan unsur-unsur yang saling berhubungan dari berbagai elemen yang ada.
6. Aksentuasi
Aksentuasi atau tanda khas mempunyai maksud bahwa setiap gambar mempunyai unsur pembeda yang menjadikan gambar itu khas dan mudah diingat.
C. Aliran Seni Lukis
Aliran dalam seni lukis banyak jenisnya, berikut ada beberapa aliran seni lukis paling populer sepanjang sejarah
1. Romantisme
Aliran romantisme merupakan sebuah aliran yang menggambarkan suatu yang nyata dengan berbagai cara terkesan dramatis dan tidak nyata, dan mempunyai suasana seperti di alam mimpi.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran romantisme:
-Bersifat imajinatif, walaupun tetap realistis dan tidak ada fantasi di dalamnya -Subjektif yaitu penciptaan seni yang dinilai sebagai sebuah ekspresi dari pelukis -Suasana atau pencitraannya mempunyai kualitas seperti mimpi
Contoh aliran lukisan romantisme: Third Of May 1808 (1814) karya Francisco Goya
2. Naturalisme
Suatu aliran yang hendak dibuat semirip mungkin dengan penampakan alam yang seakurat mungkin sesuai dengan referensu gambar.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran naturalisme:
-Aliran ini sangat mengutamakan kemiripan gambar lukisan dengan objek yang akan dilukis -Menggambarkan lukisan alam yang indah tapi berdasarkan kemurniannya -Selalu mengangkat tema keindahan alam yang ada disekitar seniman sebagai bentuk apresiasi seniman untuk keindahan alam
Contoh aliran lukisan naturalisme: Pemandangan Priangan (1935) karya Abdullah Suriosubroto
3. Realisme
Realisme merupakan suatu aliran yang ingin menunjukkan peristiwa atau suasana sehari-hari yang realistis tanpa dilebih-lebihkan atau dipilih kondisi yang paling indah saja.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran realisme:
-Mengangkat peristiwa yang terjadi sehari-hari yang dialami oleh kebanyakan orang -Realisme tidak pernah melebih-lebihkan lukisannya, selalu realistis atau sesuai dengan kejadian sehari-hari -Mempunyai detail gambar yang menyerupai aslinya atau natural menggunakan teknik yang dikuasai sang seniman
Contoh aliran lukisan realisme: The Stone Breakers (1849) karya Gustave Courbet
4. Impresionisme
Impresionisme merupakan sebuah aliran seni lukis yang hanya melukis sebuah impresi sekilas dari suatu subjek yang akan dilukis.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran impresionisme:
-Gambar yang dilukis cenderung tidak detail, hanya akan terlihat mirip saat dilihat dari jauh -Fokus untuk melukis pantulan cahaya pada subjeknya -Memakai teknik kuas yang disebut dab
Contoh aliran lukisan impresionisme: Dance at Le moulin de la Galette (1876) karya Pierre-Auguste Renoir
5. Fauvisme
Fauvisme biasanya menggunakan gaya yang serupa dengan impresionisme, akan tetapi menolak ide dasarnya yaitu peniruan alam. Aliran fauvisme ini adalah membuat warna menjadi unsur seni yang independen.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran fauvisme:
-Bentuk gambar pada lukisan yang di iringi oleh garis tegas yang gelap
-Keakuratan yang detail dalam bentuk gambar pada referensi model ataupun subjek akan dihiraukan
-Warna yang mencolok yang tidak terlihat keakuratan pada model yang akan dilukis
Contoh aliran lukisan fauvisme: Woman with a Hat (1905) karya Henri Matisse
6. Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme merupakan salah satu aliran yang mengedepankan ekspresi individu seniman itu sendiri terhadap apa yang mereka ingat, lihat, dan rasakan. Ekspresionisme tidak membebankan pelukis dalam ketelitian melukis di dalam karyanya. Oleh karena itu, aliran tersebut tidak mempunyai tingkat kemiripan yang akurat bahkan sangat melenceng dari referensi alam.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran ekspresionisme:
-Tidak mengutamakan kemiripan objek yang dilukis
-Teknik melukis yang terkesan amatir tapi tetap mempunya komosisi yang baik
-Sapuan kuas yang berani dan ekspresif atau bekas kuas dibiarkan terlihat dan tidak ditutup-tutupi
Contoh aliran lukisan ekspresionisme: The Starry Night (1889) karya Vincent van Gogh
7. Kubisme
Aliran kubisme merupakan suatu aliran yang memuat berbagai sudut pandang dari duatu objek di dalam satu gambar yang sama. Aliran satu ini juga menyederhanakan objek sampai menyerupai bentuk geometris.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran kubisme:
-Memakai beberapa prespektif sekaligus di dalam satu gambar
-Menyederhanakan objek menjadi serupa dengan bentuk yang geometris
-Melakukan dekonstruksi dan deformasi terhadap objek yang dilukis
Contoh aliran lukisan kubisme: Les Demoiselles d'Avignon (1907) karya Pablo Picasso
8. Dadaisme
Dadaisme merupakan aliran yang tidak bisa membuat sebuah karya lukisan indah secara fisik. Tapi bermuatan kritik tajam atau pesan sosial dengan cara membuat suatu sindiran tidak langsung hingga sindiran secara langsung yang cukup provokatif.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran dadaisme:
-Menampilkan sebuah gambar yang tidak indah, namun provokatif
-Berisi tentang pesan yang mempertanyakan kembali arti dari seni, peran seniman, dan estetika secara umum
-Menyampaikan seruan anti perang melalui pesan satir atau sindiran pada kekejaman perang
Contoh aliran lukisan dadaisme: L.H.O.O.Q (1919) karya Marcel Duchamp
9. Surealisme
Merupakan aliran seni lukis yang menghadirkan gambar objek yang nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, sehingga lukisannya terlihat seperti dalam mimpi.
Ciri-ciri lukisan dengan aliran surealisme:
-Memuat gambar suatu objek yang nyata dalam kondisi yang tidak nyata
-Pencitraan seperti yang ada di dalam mimpi
-Terlihat seperti fantasi tapi tetap berpegang pada referensi dunia nyata
Contoh aliran lukisan surealisme: The Persistence of Memory (1931) karya Salvador Dali
D. Teknik Melukis
Teknik lukis ada banyak dan sangat berfariatif, masing-masing orang pasti memiliki karakteristik dari sebuah teknik lukis yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Penggunaan teknik lukis sangat diperlukan untuk menghasilkan lukisan yang maksimal. Beberapa teknik lukis yang bisa digunakkan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah
1. Teknik Aquarel
Teknik aquarel adalah teknik seni lukis yang menggunakan bahan dasar cat air (aquarelle). Maka dari itu, gambar yang dihasilkan dengan teknik ini cenderung transparan dan ringan.
2. Teknik Plakat
Jika teknik aquarel cenderung menghasilkan gambar yang ringan dengan menggunakan cat air, berbeda halnya dengan teknik plakat. Teknik ini merupakan teknik seni lukis yang menggunakan cat air, cat minya, dan cat akrilik dengan sapuan yang tebal dan komposisi cat yang cenderung lebih kental. Sehingga, sebuah lukisan yang menggunakan teknik ini akan memberikan kesan yang lebih berwarna di sebuah karya lukisan.
3. Teknik Spray
Teknik aquarel dan teknik plakat biasanya menggunakan kuas dalam pewarnaannya, berbeda dengan teknik spray yang menggunakan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuan dari penggunaan teknik spray ini adalah untuk menghasilkan suatu lukisan yang lebih halus dan terlihat lebih nyata dari segi visualnya.
E. Identifikasi Hasil Karya Lukis
Deskripsi Karya
Alasan: alasan saya memilih untuk melukis ini adalah karena saat saya sedang mencari referensi melalui internet, saya menemukan lukisan seperti ini dan saya sangat tertarik karena keindahannya. Saya juga menyukai warna-warna pastel yang terdapat pada lukisan tersebut dan saya rasa saya bisa untuk melukis lukisan tersebut.
Aliran: ekspresionisme.
Kendala: kendala utama yang saya hadapi adalah ketika membuat tekstur rumput hijau. Karena kuas saya yang kurang runcing dan tajam, sehingga kurang bisa mendapatkan tekstur rumput yang sempurna.